Summary Kami dan Rasa
Aku merasa terbelakang, terabaikan dan dibiarkan begitu saja Sudah lama aku ingin bertanya, Apa aku bagian dari negeri ini? Aku ini apa? siapa? Atau memang harusku urus saja ini sendiri, mengurus ibuku yg tua Bahkan aku tak mengerti bagaimana cara menyuapinya? Memijat tangannya? Atau sekedar mengelap air matanya? Aku sungguh tak tahu! Aku ini bodoh, Aku tak tahu bagaimana membuat langkah, berubah, dan menggapainya? Tak ada yg menuntunku, gelap sekali rasanya Aku tak tahu apa itu hak dan kewajiban, Usiaku baru saja lima tahun Aku hanya tahu uang 500perak, botol botol bekas, dan rumahku yg kumuh. Apa teman-temanku di negeri ini banyak yg sepertiku? Jika iya, harusnya aku tidak perlu membuat protes lagi Toh, mungkin memang begini negeri ini! Sistem omong kosong, aturan hanya dibuatnya, kami entah dianggapnya apa. Kami tak punya rumah, tempat tidur, bahkan jika kami mati pun, mungkin kami harus menggali kuburan kami sendiri. Kalau begini, anggap saja kami ...