Postingan

Menampilkan postingan dari 2012

Summary Malam II

Gambar
Jangan cepat beranjak Temani satu malam dan satu aku dari sudut kota ini Menyapa langit, Bercerita tentang kita yang tak suka ramai Tentang kita yang mereka bilang aneh Jangan cepat bergegas Meski waktu menarikmu, memaksamu untuk segera melepaskanku Jangan janjikan bahwa kau akan mencintaiku Sampai aku habis, sampai hanya aku yang bisa merusakmu Padamu yang tak bisa melunak Padamu yang tak pernah berpura-pura mengalah padaku Selamat malam Kau hanya pandai dalam dua kata itu Dua kata yang paling kau suka saat kau menyapaku Saat diam diam kau merindukanku Saat kau bersusah payah berlaku hebat seolah tak perlu aku Saat kau kau benci saat saat kehilangan satu kabar dariku Tapi...... Kita ini apa? Kau berulang kali menjelaskan Bahwa tak ada penjelasan tentang bahagia yang kita lewatkan Saat makna semakin kabur Saat kau tak tertarik pada bahasa dalam suara Saat kau hanya percaya bahwa ketulusan tak pernah keliru Sampai saat k...

Summary Malam I

Gambar
Malam mulai habis Semua menghitam Mata kita melemah Ada apa disini? Tersesat begitu dalam Ada hati yang memburu Ada yang kemudian menyerah Ada yang terjebak dan tak mau beranjak Kita ini apa? Tanyamu Memang apa? Ah entahlah malam sudah menarik kami sangat dalam Membungkam kata dan rasa Membiarkan kita bergurau dengan prasangka Malam ini saja Habiskan cerita yang mulai tenggelam Kau dan aku Lalu bersiap lupakan kita Kita tak perlu sampai membenci Kita hanya perlu saling memberi jarak Membatasi dan merapihkan kepingan kepingan hati yang rusak Jangan kau buang Rasa  kita bukan sampah, kisah kita bukan dosa Meski suatu saat rasa kita mati Kau adalah kepingan hati yang belum sempat kumiliki Dan kau hanya perlu tahu Meski kita tidak lagi dalam kotak yang sama Kita pernah mengisi ruang dengan cara yang berbeda Memahami, menerima dan mencoba Hanya kau dan aku Kau dan aku Kau .......... Aku .......... ...

Summary Langit dan Dua Anak Manusia

Gambar
Waktu membentuk cerita,  berubah, lalu menghilang Ada kenangan, perasaan, dan mungkin rindu sebagian begitu.. “Jangan takut!”  katamu Aku menghela napas, ah... dan kenapa kau selalu tahu Ada langkah yang menggerakan,  menghantar kaki sampai ke perbatasan “Aku ingin sendiri, sendiri saja, paling tidak untuk senja hari ini saja.” Ucapku datar sekali “Kau egois” katamu lagi Aku mengernyitkan dahi, lalu bertanya, “kenapa begitu?” “Karena kau suka sekali sendiri,  sedang aku ingin bersamamu. Memang tak bisa kau bagi langitmu? Paling tidak berceritalah tentang langit yang kau rindukan itu, tentang langit yang bisa membuat hatimu bergetar.” “Aku jatuh hati pada jingga,  pada biru, pada semburat warna elok itu, mungkin aku sudah jatuh cinta.” “Klise sekali dirimu”  katamu menusuk sekali “Apa jatuh cinta hanya milik manusia saja?” Jawabku kesal “Aku jatuh cinta pada semesta. Manusia berawal dari-Nya, bukankah semesta juga begi...

Summary Kami dan Rasa

Gambar
Aku merasa terbelakang, terabaikan dan dibiarkan begitu saja Sudah lama aku ingin bertanya, Apa aku bagian dari negeri ini? Aku ini apa? siapa? Atau memang harusku urus saja ini sendiri, mengurus ibuku yg tua Bahkan aku tak mengerti bagaimana cara menyuapinya?  Memijat tangannya? Atau sekedar mengelap air matanya? Aku sungguh tak tahu! Aku ini bodoh, Aku tak tahu bagaimana membuat langkah, berubah, dan menggapainya? Tak ada yg menuntunku, gelap sekali rasanya Aku tak tahu apa itu hak dan kewajiban, Usiaku baru saja lima tahun Aku hanya tahu uang 500perak, botol botol bekas, dan rumahku yg kumuh. Apa teman-temanku di negeri ini banyak yg sepertiku? Jika iya, harusnya aku tidak perlu membuat protes lagi Toh, mungkin memang begini negeri ini! Sistem omong kosong, aturan hanya dibuatnya, kami entah dianggapnya apa. Kami tak punya rumah, tempat tidur, bahkan jika kami mati pun, mungkin kami harus menggali kuburan kami sendiri. Kalau begini, anggap saja kami ...

Summary di Bulan Januari II

Ini hari kedua, di tahun 2012. Hari dimana gue bersiap untuk memulai cerita cerita yang akan membuat warna baru dalam hidup gue. Mungkin bisa besok, berbulan bulan kedepan, tahun tahun selanjutnya, ataupun sejam dari sekarang, atau entah kapan gue mungkin bakal bertemu orang orang yang bakal mengisi daftar orang orang yang pernah menyentuh hidup gue. Sehari, sebulan, setahun semuanya meninggalkan cerita, ada yang meninggalkan perubahan, pesan, rasa atau apapun. Ada saatnya gue merasa hidup itu tanpa rasa, hambar, ngga ada rasanya, flat. Tapi ada saatnya gue merasa hidup itu banyak rasa, begitu hidup, meninggalkan kesan dan perasaan yang begitu dalam, dan ngga pernah ingin secepet itu aja berakhir. Gue belum menemukan ada sesuatu dalam diri gue, bakat ngga, karakter kuat pun belum. Gue masih bermetamorfosa, dan entahlah kok metamorfosisnya lama banget, makan waktu bertahun tahun lamanya, gue masih jadi kepompong di usia gue  yang udah 19 taun. Gue cerita gini bukan gue l...