Summary di Bulan Januari II

Ini hari kedua, di tahun 2012. Hari dimana gue bersiap untuk memulai cerita cerita yang akan membuat warna baru dalam hidup gue. Mungkin bisa besok, berbulan bulan kedepan, tahun tahun selanjutnya, ataupun sejam dari sekarang, atau entah kapan gue mungkin bakal bertemu orang orang yang bakal mengisi daftar orang orang yang pernah menyentuh hidup gue. Sehari, sebulan, setahun semuanya meninggalkan cerita, ada yang meninggalkan perubahan, pesan, rasa atau apapun. Ada saatnya gue merasa hidup itu tanpa rasa, hambar, ngga ada rasanya, flat. Tapi ada saatnya gue merasa hidup itu banyak rasa, begitu hidup, meninggalkan kesan dan perasaan yang begitu dalam, dan ngga pernah ingin secepet itu aja berakhir.

Gue belum menemukan ada sesuatu dalam diri gue, bakat ngga, karakter kuat pun belum. Gue masih bermetamorfosa, dan entahlah kok metamorfosisnya lama banget, makan waktu bertahun tahun lamanya, gue masih jadi kepompong di usia gue  yang udah 19 taun. Gue cerita gini bukan gue lagi ngeluh, tapi ini yang dinamakan enjoy the process. Gue harus bener bener yakin dan kuat ketika nanti gue harus terbang, sendiri, bertahan, jadi kupu kupu yang manis tapi ngga gampang kebawa angin dengan sayap indah yang kuat. Untuk diri gue sendiri, untuk menyelamatkan diri gue, untuk menjadi yang pertama dalam hidup gue.

Hidup ini ngga segini aja, bukan hanya sekedar, bukan Cuma tentang gue dan hidup gue, mereka atau diri kita masing masing. Itu yang baru gue rasain, ada mereka, mereka yang begitu menakjubkan dan kadang harus kita inget keberadaannya. Mereka dengan segala keterbatasannya yang selalu berusaha menyempurnakan kehidupan mereka. Gue yang pernah melupakan mereka, sodara sodara gue yang bahkan untuk makan aja harus menghabiskan waktu 24 jam untuk mendapatkannya, adik adik gue dengan segala keterbatasan mereka. Ya Tuhan, egoisnya gue, harus dengan kata apa gue bilang kalau ternyata gue adalah manusia yang belum ber-prikemanusiaan.

Ini tentang kata benda yang bernama CINTA yang gue ngga tau gimana rupa dan wujudnya.  Yang banyak dijadiin tema lagu, film, buku. Saking luar biasanya cinta, kata benda itu bisa menghipnotis semua orang. Gue ngga tau dengan bahasa apa gue mendefinisikannya, menjelaskannya, dan biarkan kata itu jadi sesuatu yang misterius seperti keberadaannya yang ngga tahu dimana tempat tinggal dan asalnya.

Dan gue ingin bilang, ada sosok yang pernah hampir aja jadi sosok seperti itu, tapi begitu cepat hilang dan menggagalkannya. Entah apa, tapi dari sini gue belajar, tentang berusaha dan berani, tentang mengatakan dan kejujuran, tentang yang harus dipertahankan atau ditinggalkan. Tentang mencari atau membiarkannya hilang begitu saja. Gue jadi inget satu lagu yang gue suka banget. Lagunya Endah N Resha yang judulnya “When You Love Someone”, lirik terakhir yang paling gue inget adalah :

And I never thought that I'm so strong
I stuck on you and wait so long
But when love comes it can't be wrong
Don't ever give up just try and try to get what you want
Cause love will find the way....
When you love someone
Just be brave to say that you want him to be with you
When you hold your love
Don't ever let it go
Or you will loose your chance
To make your dreams come true...

Just be brave to say, cinta itu ngga punya mulut untuk berbicara, Cuma bisa dirasakan, dan satu satunya cara untuk loe tau keberadaanya adalah loe harus berani bilang. Kata kata itu ngga mudah, tapi cukup dengan sedikit katapun itu udah cukup. Kenapa harus memusingkan apa kalimat yang tepat untuk mengekspresikannya. Kalau loe bilang, kata kata itu ngga berpengaruh untuk menjamin hati atau perasaan seseorang, tatap matanya dalam dalam karena mata yang jujur ngga akan bisa bohong, rasakan dengan hati, dan berdoa sama Tuhan bahwa ini kesungguhan. Percaya adalah kata positif yang akan memberikan energi energi positif dan luar biasa, dan yang bisa lo lakukan adalah tinggal mempercayainya. Seperti kita menatap mata Ibu dan Ayah kita, mata mereka ngga akan pernah bisa bohong, penuh ketenangan dan kehangatan. Mungkin kaya gitu mata yang penuh cinta dan jujur.

Gue bisa bilang dan sok pinter kaya gini adalah karena gue pernah pura pura ngga pernah ada apa apa, kalau cinta itu omong kosong. Gue yang dulu percaya, kalau kita cukup diam, dan biar mereka yang menghampiri dan berjuang untuk kita. Padahal berjuang itu bukan hanya untuk ibu dan ayah demi anak-anaknya, bukan soal suami demi istrinya, bukan seorang lelaki demi kekasihnya, bukan lagi harus siapa dan demi siapa. Gue yang lebih milih untuk egois daripada menjadikan cinta itu nyata buat gue. Dan pada akhirnya menyesal, tapi akhirnya gue tau ini adalah cara gue untuk belajar. Berjuang itu milik semua orang.

Kalau perasaan itu tetep tinggal di rumah gue yang bernama hati selama bertahun tahun, bukan karena gue ngga berusaha untuk mengusirnya. Tapi dia selalu kembali, dan berdiri di depan pintu rumah gue meskipun sebenarnya dia ngga pernah bener bener masuk, dia mengintip lewat lubang lubang jendela rumah gue, sampai akhirnya gue ngga pernah bisa tenang hidup di rumah gue sendiri, bayangannya selalu ada meskipun di luar, dia Cuma berdiri di sekelilingnya, ngga pernah mau masuk kembali, dan akhirnya Cuma jadi setan gentayangan di rumah gue, ya di hati gue. Meskipun dekat, tapi ngga pernah bisa gue meraihnya.

Tapi ya udahlah ya, manusia kan tempatnya salah dan belajar. Besok gue ngga akan melakukan kebodohan yang sama lagi, sekarang gue membebaskan hati gue. Udah lega dengan cara gue senidiri. So? Hidup gue bakal lebih indah lagi besok besok. hahhah.

*dibuat 12 hari yang lalu ^_^*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Summary Malam I

Summary Untuk Pram

Summary Chemistry di Bulan Juli