Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2013

Summary Aku dan Sahabat

Gambar
Aku tak tahu bagaimana isi hatinya sore ini. Hujan hanya berlalu dan meninggalkan basah. Akhir-akhir ini hanya begitu. Hujan membisu. Langit menatap dingin padaku.   Sehabis pulang kerja, hujan mengguyur kotaku sore ini. Lelahku bertumpuk, aku ingin sekali rumah. Saat perjalanan pulang kubuka handphone dan mengeceknya. Ada message masuk.  hai nona,, udah lama gak cerita.. mari duduk disampingku, aku hanya ingin sejenak meluruskan kaki dan bercerita.. tentang kita.. YA.. sepulangnya kau dari dataran sana,, aku rasa banyak yang berubah dari kita.. baiklah, aku hanya ingin mencurahkan apa yang ada di pikiranku saja, agar semuanya tetap baik baik saja.. tadinya aku ingin bercerita tanpa perantara apapun, namun mengingat kau yang tak pernah bertanya tentang kenapa aku, dan malah kini kau yang sama sama sungkan seperti aku, maka aku ingin bercerita.. jangan tatap aku seperti itu! dengarkanlah.. aku tau kamu ingin sekali pergi ke puncak bromo, dan aku lebih tau ke...

Summary Desember

Gambar
Sudah 2 bulan Desember berlalu. Tapi hatiku masih bersisa pada kepingan-kepingan kesenangan itu. Entah tentang apa, semua tak harus terdefinisi. Aku hanya mencintai Desember lengkap dengan apa yang ada didalamnya. Sebagian orang menyebutku naif, ah tapi toh aku tak pernah meminta mereka mengerti dan menyetujui isi kepalaku. Menyenangkanlah, itulah kata yang paling kuingat dari ucapan si author yang kutemui awal Desember lalu.   Aku hanya merasa Desember dan hujan sedang saling memiliki, meski tidak dengan kita, aku hanya merasa desember pun sedang jatuh cinta padaku, meski sebenarnya hanya pada hujan. Desember milik mereka yang percaya bahwa bahagia bisa diciptakan dengan mudah dan sederhana. Aku menyukai Desember meski segalanya berbatas, meski semuanya bersekat. Di bawah langit yang sama, menjejaki alas bumi yang sempit bagiku, dari ruang kesanggupan langkah kaki yang merapuh, tak berbekas dan entah, meski hanya dari sini,   meski hanya dari ruang berukuran 4x4...

Summary Dieng Plateau & Mt. Sikunir

Gambar
Tak pernah terbayangkan saya bisa melakukan trip bersama enam teman saya Gojin (saya sih lebih suka manggil dhika), Abah, Muis, Ipeng, Mbing, dan Udin. Memang sih agak lebay *yang penting elegan*, hanya dieng gitu lho yang jaraknya bisa kita tempuh kurang lebih 10-12 jam dengan menggunakan umum dari Bandung. Ya, tepat seminggu sebelum eksekusi Dieng menjadi nyata. Sabtu malam kita ngopi di kedai kopi Wadaddah, sekedar untuk   mencoba menikmati rintik hujan dengan sebuah kopi yang malah bikin saya sakit perut dan ya menghabiskan waktu bersama jomblo-jomblo yang mencoba bahagia, siapa tau dengan adanya saya kebahagiaan mereka bertambah, meskipun tidak tambah bahagia ya bodo amatlah, lagi lagi hidup kan masalah pilihan. Saya hanya asal bicara “Pengen ke Dieng” pada mereka saat malam itu, karena sebenernya saya udah punya trip ke dieng saat natal tapi cancelled gara-gara teman-teman saya yang tadinya mau ngetrip bareng ngga bisa. Intinya ya saya masih berharap bisa ngetrip pad...