Summary Desember

Sudah 2 bulan Desember berlalu. Tapi hatiku masih bersisa pada kepingan-kepingan kesenangan itu. Entah tentang apa, semua tak harus terdefinisi. Aku hanya mencintai Desember lengkap dengan apa yang ada didalamnya. Sebagian orang menyebutku naif, ah tapi toh aku tak pernah meminta mereka mengerti dan menyetujui isi kepalaku.

Menyenangkanlah, itulah kata yang paling kuingat dari ucapan si author yang kutemui awal Desember lalu.  Aku hanya merasa Desember dan hujan sedang saling memiliki, meski tidak dengan kita, aku hanya merasa desember pun sedang jatuh cinta padaku, meski sebenarnya hanya pada hujan. Desember milik mereka yang percaya bahwa bahagia bisa diciptakan dengan mudah dan sederhana.

Aku menyukai Desember meski segalanya berbatas, meski semuanya bersekat. Di bawah langit yang sama, menjejaki alas bumi yang sempit bagiku, dari ruang kesanggupan langkah kaki yang merapuh, tak berbekas dan entah, meski hanya dari sini,  meski hanya dari ruang berukuran 4x4 meter ini.

Ibu bilang “Jalani saja semua tanpa beban”, kata-katanya meyakinkan aku pada perasaan yang mulai lelah saat Desember lalu. Ibu seperti mengambil beban yang berkumpul di pundak sebelah kananku, Ibu selalu membuat aku merasa tenang, meski semua rasa sedang bergemuruh, meski ia tak pernah menepuk pundakku, meski ia tak pernah memberikan tisu untuk menyeka air mataku. Kau tahu kenapa? Karena ia bukan hanya akan memberikan pundaknya, tapi mendekapku sangat erat, mendekap hatiku sampai  aku kuat, sampai aku tahu bahwa aku jelek sekali saat aku menangis.

Waktu hanya tinggal waktu, pada akhirnya Desember hanya tinggal masa lalu. Kau tak bisa mundur meski terus memaksa. Kenangan menjadi soal rindu-rindu yang bertumpuk. Lalu kita hanya perlu melangkah lagi, membuat kenangan-kenangan rindu selanjutnya, menjejaki kehidupan yang baik dan menyenangkan, meneruskan cerita sampai kita benar-benar habis, sampai mereka menyebut kita adalah bagian kenangan dari mereka.  

Terimakasih untuk Desember. Aku tak perlu bertanya lagi mengapa hujan tak juga reda pada sisa-sisa Desembermu. Sudah begitu adanya. Terimakasih memberiku banyak sekali hari-hari yang hari ini aku sebut sebagai kenangan masa lalu. 



                                           Efek Rumah Kaca - DESEMBER 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Summary Malam I

Summary Untuk Pram

Summary Chemistry di Bulan Juli