Summary Untuk Pram

Pram, semenjak aku denganmu, kepalaku terisi penuh oleh apapun tentangmu. Memikirkanmu, setiap waktu yg kuhabiskan hanya kamu kamu dan kamu. Aku sampai mengulangnya tiga kali. Aku tak tahu apa ada kebaikan didalamnya. Memang cinta sebegini rumit? Ini cinta? Sungguh aku tak tahu ini rasa macam apa. Aku hanya mulai tahu, bahwa rasa saja tidak cukup. Kepalamu, kepalaku. Semua terasa sangat terasa sekarang. Ya, kita berbeda.

Apa, hubungan yang baik itu harus satu paham dan satu kepala?
Apa, pasangan yang baik itu tidak boleh marah dan cemberut?
Apa, ketika kita pergi saat kesal itu berarti kita tidak saling peduli?
Dan,
Apa aku tidak boleh menangis, pram?

Saat aku bilang aku lelah, aku hanya kesal. Tidak pernah benar-benar ingin jauh dan lepas darimu. Aku hanya, aku hanya, aku hanya mau kau lebih memerhatikanku, memanjakanku.
Pram, aku perempuan.
Begitu cara perempuan mencari perhatianmu,
Kalau saja perempuan tahu cara untuk menaklukan apa yang dirasakannya, kau pun tak akan bilang bahwa perempuan itu sulit dimengerti.
Hah, karena aku pun tak mengerti. Perasaan seperti itu mengalir dengan sendirinya.

Pram, aku kesal sendiri pada perasaanku. Kenapa aku semanja dan seceroboh ini pada perasaanku. Membiarkannya dengan mudah merusak suasana hatiku.

Pram, apakah aku perempuan yang baik untukmu?
Atau mungkin aku menyerah saja, barangkali kita mungkin bukan untuk diri kita masing-masing. Hmmm.. atau mungkin aku perlu lebih bersabar lagi. Entahlah. Kini rasa tidak lagi mudah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Summary Malam I

Summary Chemistry di Bulan Juli