Summary Masa Lalu
![]() |
Sore itu,
Saat cahaya matahari
segera habis
Saat rongga-rongga
hatimu belum pulih
Saat aku ingin segera
menuntaskan rinduku pada langit
Ada kau dan aku
terjebak, terlempar begitu jauh
Menjelajahi
pikiranmu, pikiranku
Menertawakan
kebodohanmu, kebodohanku
Menjadi
apa yang kita mau
Memahami dengan
caramu, caraku
Membebaskan rasa yang
tak berkesudahan
Aku dan kau melupa
pada mereka
Pada pikiran-pikiran
kurang ajar yang menghabiskan isi kepala kita
Kita begitu bebas
Semesta melepaskan
kita dalam keterasingan
Kau memang sangat
menyebalkan
Tapi penatku habis
sudah, aku tak peduli
Malam menenggelamkanku menikmati setiap karya-Nya
Pada senja, pada
fajar, pada langit, pada udara, pada waktu, pada awan dan hujan, juga pada
dirimu
Saat itu,
Hanya kau dan udara
dingin yang memenuhi isi kepalaku
Menarik langkahku sampai ke
puncak paling menakjubkan, membuat dadaku bergetar
Mendekatkanku pada
langit yang membuatku tergila-gila
Pada cahaya matahari
pagi yang ramah yang menghangatkan tubuhku
Pada semesta yang
menyediakan tempatnya untukku ada di sisimu
Kau tahu, hidup
memang takan pernah menjamin bahwa kau akan memiliki segalanya
Termasuk memberi
siapa saja yang ingin kau miliki
Kau tahu, bahwa kita
sedang berjalan meninggalkan masa lalu
Apa yang kita
lewatkan akan dengan cepat berubah menjadi masa lalu
Meski kau tak suka,
meski aku meminta lebih lama
Aku menyerah, waktu
tak pernah mau menunggu
Tapi, masa lalulah
yang membuat rindu
Masa lalulah yang
membuatmu takan melakukan kesalahan yang sama
Masa lalulah yang
membuatmu enggan untuk jatuh pada kebodohan yang sama
Masa lalulah yang
membuatmu percaya bahwa Tuhan selalu menyediakan hal-hal terbaik
Masa lalulah yang
membuat langkahmu lebih kuat lagi
Masa lalulah yang membuatmu
berani untuk menerima dan melepaskan
Masa lalulah yang
membuat dirimu akan memantaskan diri
Dari tempat ini,
Aku, manusia yang
akan selalu merindu pada langit dan seisi bumi
Kau dan aku yang akan
menjadi masa lalu
Kau dan aku yang akan
mencari masa depannya sendiri
Di masa yang akan
datang,
Meski
dalam ruang berbeda, meski bukan diriku yang akan menemani langitmu
Percayalah, bahwa
langit yang kita temui esok adalah langit yang sama yang kita nikmati hari ini
Salamkan hatiku pada mereka,
Pada masa lalu
dan langit yang begitu indah....


Komentar
Posting Komentar