Summary Chemistry di Bulan Juli

Aku tak tahu, aku bahkan kebingungan memulainya, tapi hari ini aku ketakutan. Bukan karena gelap, bukan karena petir, bukan karena apa yang pernah aku katakan tentang apa saja hal yang aku takuti. 

Sayang, kita hapal benar, kita pernah memiliki masa lalu sebelum ini. Kita pernah mengenal begitu banyak orang yang datang dan pergi. Mungkin sebagian dari mereka sempat begitu istimewa. Tapi, kamu tahu? Seperti pada film Mika yang kita tonton beberapa waktu yang lalu "Selalu ada yang pertama untuk segalanya", dan mereka dalam masa lalu kita hanya sampai pada tahap istimewa. Pernah istimewa. Ah lalu sudah. Tapi kamu sayang?

Kamu adalah yang pertama untuk segalanya. 

Kamu ingat kita pernah berdebat tentang apa itu chemistry? 
Sore itu, sehabis selesai mata kuliah, kita duduk di sebuah meja kantin universitas dari lantai dua menghadap keluar sambil menikmati hujan meskipun entah kenapa aku berharap untuk cepat reda. 

Kita begitu berbeda. Kamu dengan pikiranmu, akupun begitu. Kamu mendebatku, akupun sebaliknya. Panjang sekali obrolan sore itu. Kita terkeukeuh. Kamu ingat bahwa aku menyebut si chemistry itu semacam getaran listrik. Haha. Konyol memang. Ungkapan macam apa itu. Ah tapi kamu mesti tahu, bahwa kamu adalah satu-satunya pria yang membawaku sampai ke tahap itu --- chemistry. Sayang, kan aku sudah bilang. Aku mungkin pernah menyukai oranglain sebelummu, ah baiklah pria lain maksudku. Tapi tak pernah sampai pada tahap aku meyakininya. Karena yang aku yakini saat itu adalah bukan mereka. Mereka bukan untukku. 

"Nggak ada chemistry-nya" begitu kata orang-orang

Kamu tahu kenapa mesti chemistry? seperti yang kita tahu chemistry adalah kimia, ya semacam reaksi kimia. Tapi ini bereaksi dan berproses didalam tubuh kita. Chemistry adalah tahap menuju mencintaimu, lebih jauh lagi menyayangimu. Kamu tahu, bahwa saat kita jatuh cinta, kita menghasilkan senyawa feromon, sejenis zat kimia yang berfungsi untuk merangsang dan memiliki daya pikat seksual pada lawan jenis. Orang-orang menyebutnya dengan senyawa jatuh cinta. Reaksi yang terjadi begitu kompleks didalam tubuh kita, yang akupun tidak mahir menjelaskannya. Pada intinya adalah senyawa tersebut memberikan sinyal pada otak kita, yang kemudian kita sebut sebagai 'cinta' atau jatuh cinta.

Tapi sayang, reaksi itu akan berlangsung selama 4 tahun saja. Tubuh kita hanya menghasilkan senyawa feromon paling lama 4 tahun saja. Lama kelamaan produksi senyawa tersebut akan terus menurun maka rasa cinta akan hilang seiring berjalannya waktu. Berikutnya, tubuh akan mengeluarkan senyawa yang disebut oksitosin, senyawa inilah yang akan diproduksi oleh tubuh kita setelah itu sehingga menimbulkan perasaaan nyaman, aman, rukun, saling menyayangi dan merindukan, perasaan ingin menjaga satu sama lain. Inilah yang akan terus menguat dan berperan untuk menjaga hubungan serta keutuhan dua manusia untuk saling mengikat dan percaya. Iya, rasa sayang. 

Banyak sebenarnya, senyawa yang berkaitan dengan rasa. Reaksinya pun tidak semudah dan sesedikit yang aku jelaskan dari senyawa feromon tadi. Tapi, memang bukan point itu yang ingin aku sampaikan padamu. 
Aku hanya berpikir bahwa rasa sayang mungkin terasa lebih tulus dan ikhlas dari rasa apapun. Mungkin begitu tubuh kita bekerja, rasa yang hadir bekerja sesuai mekanismenya. Ya, karena rasa bisa dijelaskan oleh reaksi kimia. 
Tuhan mengaturnya sedemikian rupa dan aku percaya selalu ada campur tangan Tuhan didalamnya.

Maap sayang kalau aku tidak begitu baik menjelaskan ini padamu, itu hanya sedikit pemahamanku tentang chemistry dan rasa berdasarkan artikel-artikel yang aku baca. Ah semoga kau mengerti maksudku.

"Chemistry" inilah alasanku memilihmu. Tapi ada yang lebih dalam lagi dari itu saat ini. Iya, rasa sayang. Rasa yang membuat aku ingin mengurusi keperluanmu, memenuhi segala kebutuhanmu. Biar aku yang melakukannya untukmu. 

Seperti yang pernah kamu katakan padaku,
"Biar aku yang jagain kamu dan cuma aku yang boleh jagain kamu. Seperti halnya cuma kamu yang boleh ngurusin aku" 
"Iya, cuma kamu yang akan jagain aku dan cuma aku yang akan ngurusin kamu" begitu kataku yakin 

Kamu tersenyum. 

"Bersabarlah, tunggu aku. Aku akan datang sampai semua siap" katamu meyakinkanku. 

Aku mengangguk. 
Kamu tahu? aku sudah tidak takut lagi. Aku cuma mau kamu. Aku akan bersabar menunggumu. Semoga Tuhan mengamininya. Aku akan menjadi pengingat janjimu. 

Juli, 2013.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Summary Malam I

Summary Untuk Pram